Perjuangan kami (Part 1)

Bismillah,

Kami adalah sepasang suami istri yang hmmm bisa dibilang kalo mirip sahabat daripada pasangan suami istri. Hehehe…. Itu udah jadi pemikiranku sih sejak awal, Alhamdulillah kami seumuran (beda 2 bln saja). Masyaa Allooh itu juga dulu jadi harapanku. Senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allooh berikan.

 

Kami awalnya merupakan temen 1 kantor, saat masuk awal di kantor (pabrik sih sebenernya, lebih tepatnya pabrik produksi perikanan) aku sudah bertekad tidak akan pusing memikirkan jodohku lagi. Pengen focus kerja! Qadarullah Allooh Azza Wa Jalla mempertemukanku dengan seseorang yang menyempurnakan setengah agamaku…yaa beliau suamiku (salah satu koresponden d blog ini juga sih)

 

Awal jumpa dengan beliau, aku kira beliau sudah berkeluarga karena awal diperkenalkan beliau sebutannya sudah pak, sedangkan aku dipanggilnya mba….kan Nampak beda usia (beliau wajahnya boros sih…terlalu banyak mikir…ga kayak aku malah ga mikir…hmmmm). Kami satu bagian yaitu di Quality Departemen…Alhamdulillah beliau merupakan salah 1 mentor awalku dalam dunia pabrik. Jadinya bisa deket gitu deh…hehehe

Seiring berjalannya waktu kami semakin dekat, apalagi aku menyukai segala sesuatu yang ada pada beliau…mungkin karena memang beliau mudah untuk disukai (karena penggemar rahasianya beliau dipabrik banyak…malah mereka curhat ke aku,bayangin posisiku).

 

Secara tidak sengaja (Sengaja deh kayaknya hehehe) curriculum vitae atau daftar riwayat hidupku masuk kedalam map beliau…dan dibaca lah sama beliau, dikiranya aku mengajak ta’aruf…harapanku sih hehehe

Nah itu cv dibalesnya lama…trus dibalas dalam buku seperti cerita bersambung (emang orang yang unik)…singkat cerita kami berupaya untuk segera menikah. Untuk menunjukkan itikad baik beliau datang ke rumahku, Alhamdulillah respon keluarga intiku baik terhadap beliau. Bahkan Ayah Rahimahullah dan Mama langsung memberi respon positif pada hubungan kami.

 

Alhamdulillah hari Ahad tgl 10 Oktober 2010 keluarga beliau datang melamarku…Alhamdulillah diterima dengan baik oleh keluargku juga. Inginnya kami bulan Desember 2010 kami menikah, intinya sih pengen pas liburan sekolah alasannya agar semua keluarga besar bisa hadir dan juga saat itu Ibu mertua masih dalam ikatan dinas sebagai pendidik di SLB.

Qadarullah mama menolaknya, alasan mama terlalu mepet dan berbenturan dengan banyak jadwal pernikahan sepupuku…hmmm proposal dtolak.

 

Alhamdulillah 26 Juni 2011 kami menikah…ternyata ijab itu prosesi yang mendebarkan dan saat naik pelaminan adalah saat yang memalukan (gimana ga malu…longan dilihat banyak orang)

Sehari setelah menikah kami langsung tinggal disebuah kamar kos sederhana tapi aku menyukainya…dimulai lah episode kami b2.

 

Bila ada yang bilang kalo menikah atau berrumah tangga itu mudah…salah saudara…melainkan susah. Apalagi menikah dalam agama Islam sebagai penyempurna agama…pasti ibadah ini memiliki kekhususan sendiri. Ini ga berarti bahwa yang memilih tuk jadi jomblo bahagia loh yaa. Segera menikah saudara wa saudari…karena dengan menikah setidaknya 1 masalah terselesaikan yaitu masalah galau memikirkan jodoh. Hehehe

Kenapa aku bilang susah? Karena kita harus membuat legowo ke2 belah pihak, contoh hal kecil yaa…aku pengen maem ote-ote (bakwan sayur) suamiku kurang suka. Beliau pengennya sayur jepan (labu siam), padahal aku ga suka sayur (skrg sih suka ya….Alhamdulillah dh 8th bersama)…jadi harus banyak permakluman. Dan lagi bahwa kehidupan post nikah tidak seperti yang ada di sinetron atau novel, kita harus lebih berjuang lagi…lagi dan lagi.

 

Qadarullah setelah menikah kesehatanku banyak menurun, mungkin karena perasaan yang terpendam atau kaget ternyata “…….”.  Dalam kurun waktu setahun aku sering banget sakit, dari campak, gangguan ginjal, infeksi saluran kencing, cacar air, flu, typus. SubhannAllooh

Alhamdulillah suamiku selalu mendampingiku.

Keadaanku yang seperti itu memlbuat banyak temenku yang bertanya, kenapa ? padahal dulu saat masih dikampus atau dipabrik aku termasuk seseorang yang mempunyai daya juang tinggi…subhannAllooh aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan kami. Apa pun itu Alhamdulillah sekarang sudah lewat dan Alhamdulillah kondisi kesehatan kami selalu dalam keadaan prima.

 

Bulan Oktober 2011 aku memutuskan berhenti dari pekerjaanku di sebuah Apotek swasta, karena lingkungan kerjanya yang tidak kondusif dan jauhnya lokasi rumahku dengan Apotek. Hampir setahun aku vacuum dari dunia kerja, yaa aku diam dirumah dengan harapan aku segera hamil, Qadarullah belum hamil sampai bulan Desember 2018 ini.

 

bersambung yaa….

   852235151_30460