Banyuwangi

Bismillah,

Ini sebenernya catatan perjalanan tahun kemaren. Tepatnya pertengahan bulan Agustus 2018, maklum tahun kemaren belum punya blog. dan masih belum dapat ijin untuk ngeblog lagi, dan setelah aku cari ternyata blog itu punya masa simpan ya…baru paham. hehehe

Sebenernya ini perjalanan dinas suami, aku ngikut aja sih kan sunnahnya safar itu minimal berdua loh…coba cek lagi. hehehe

karena kami memilih akomodasi perjalanannya adalah kereta api so perjalanan kami panjang dan lamaaaa, tapi Masyaa Allooh seru. Berawal dari stasiun Pemalang kami langsung menuju Stasiun Gubeng Surabaya, waktu perjalanannya adalah kurleb 4jam 30menit. setelah itu transit dulu di stasiun ini selama beberapa jam, lumayan bisa buat meluruskan kaki sih. hehehe

setelah beberapa jam, kami melanjutkan perjalanan dengan kereta selanjutnya menuju Stasiun Banyuwangi (ternyata banyakloh stasiun di bwi ini). kami menaiki kereta kelas bisnis, pilihannya waktu itu bisnis atau eksekutif…dengan selisih harga sekitar 100rb-an perorang eman kan kalo hanya dipake buat dapata tempat duduk aja?! prinsip ekonomi harus jalan terus yaaa….

Waktu tempuh perjalannya cukup lama yaitu kurleb 6jam 20menit, karena memakai kelas bisnis Alhamdulillah bisa saling bersandar alias tidak ada pembatas kursi diantara kita hehehe.

Alhamdulillah lamanya perjalanan tidak membuat kami bosan dengan perjalanannya, Masyaa Allooh kami disuguhi pengalaman yang berbeda karena kereta yang kami naiki beberapa kali masuk kedalam terowongan juga jalur kereta sering ada diatas perumahan penduduk jadi kayak nembus perbukitan gitu. Masyaa Allooh seru

selama perjalanan, 1 kereta dipenuhi dengan bule dan mereka awalnya nampak memandangku aneh tapi Alhamdulillah ketika aku senyum mereka membalas dengan senyum juga….ahh Qadarallah bahasa inggrisku jelek daripada malu-maluin yaa mending pake bahasa isyarat. hehehehe…. Ternyata mereka kebanyakan naik dari stasiun Probolinggo dan menuju stasiun Banyuwangi, sempet mendengar percakapan mereka ternyata mereka dari Gunung Bromo dan menuju Gunung Ijen. SubhannAllooh serunya…jadi terkenang. hampir 1 gerbong dipenuhi oleh bule, malah orang Pribuminya bisa dihitung hanya beberapa kursi termasuk kursi kami. Pengalaman ini sangat berkesan, ingin rasanya menyapa mereka untuk menunjukkan Islam ini agama yang ramah dan Warga Indonesia adalah warga-warga yang ramah…Qadarallah bahasa menjadi kendalaku…Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

setelah 6jam lebih, kami berhenti disebuah stasiun kecil (lupa nih namanya). ttrus langsung pesen gocar dan meluncur kerumah koleganya suami. sampainya dirumah koleganya tersebut kami sudah disuguhi daging rusa yang dibumbu krengseng gtu, awalnya penasaran dengan rasa juga teksturnya…setelah mencicipinya aku memutuskan itu pertama dan terakhir kali aku makan daging rusa.

setelahnya kami langsung menuju penginapan kami, yaitu Hotel Mahkota Plengkung. Sedikit review hotel ini, dari sisi kamar : luas banget nih kamarnya, kasurnya nyaman, ada lemarinya, wifi nya juga kenceng, ga dapat sandal, ada kolam renang meskipun kecil, yang paling terasa disni adalah nuansa BALI….hmmmm secara kami kurang suka BALI jadinya kurang nyaman buatku. Penilaian dari lokasi : strategis, dipinggir jalan raya besar, disampingnya juga ada semacama swalayan kecil dan akses kemana-mana mudah. untuk Pelayanan : menurutku bagus banget, resepsionisnya ramah dan sangat membantu saat kami mau mencari tempat sewa sepeda motor maupun kebutuhan kami lainnya. Dari sisi Makanan (karena harganya udah termasuk sarapan): ada restoran milik Penginapan didepan pintu masuk hotel ini, sehingga makanannya yaa Alhamdulillah mengenyangkan.

20180814_170531
sisi luar kamar kami
20180814_170515
masih sisi luar kamar kami. depan kamar kami langsung area kolam renang

Alhamdulillah selama disni, aku sempet nyuci baju (hemat euuuy). karena sempet jalan-jalan ke tempat wisata alam disekitar penginapan dan karena membawa bajunya terbatas so wajib mencuci.

 

 

 

 

Hotel Mahkota Plengkung bisa dijadikan rekomendasi loh bila kalian sedang mengunjungi Banyuwangi (BWI). Harga murah tapi pelayanan memuaskan.

Alhamdulillah kami ada waktu 1 hari untuk wisata tipis-tipis disekitar penginapan. Sebelumnya agar akses kami mudah kemana-mana, kami memutuskan menyewa sepeda motor selama 24jam dan ternyata penyewaan sepedanya ada di depan stasiun. Harga penyewaan sepedanya, 50.000/hari.  Lumayan murah dan ekonomis untuk kami

setelah menyewa sepeda motor, kebetulan waktu itu dapatnya sepeda motor matic, seru deh yaa. hehehe

Kami mengunjungi 2 tempat wisata :

  • Air Terjun Jagir Banyuwangi

Sebenernya dadakan sih ya menemukan lokasinya, dan Alhamdulillah dimudahkan dengan adanya google. Lokasinya deket dengan perkotaan yaa, kurleb 1km dari penginapan kami.

ada beberapa pintu masuk untuk ke air terjun ini, dan kita harus pinter-pinter membaca peta ataupun petunjuk arah. Seperti yang kami lakukan, dengan PDnya jalan didepan kemudian ada 2 cewek bule yang mengikuti kami ternyata malah kami mendatangi tempat warga mencuci baju!!! trus suamiku sempet bilang ke turisnya tadi “Wrong Way!!” lah padahal beliau yang didepan. hehehe

dari pintu masuk kami menuruni beberapa anak tangga, hati-hati yaa licin tangganya.

airterjun jager bwi
Jembatan spiral cantik

sesudah menuruni anak tangga kita akan disambut Jembatan Spiral cantik ini, masyaa Allooh. sebenernya dari awal udah kedengeran ya suara air terjunnya yang mebuat kita semakin buru-buru ndang nyampe.

Airnya sejuk banget, bening sehingga nampak beberapa sampah plastik yang teronggok di sungainya. sedih. Karena di Pemalang belum sempet nemuin air terjun jadi saat di Jagir ini, rasanya pengen berenang atau setidaknya rendem kaki, Qadarallah banyak orang dan malu.

20180814_152123

20180814_152318

20180814_152221
Jadi kalo mau lebih deket ke air terjunnya harus melalui jembatan ini. serem ga sih? serem menurutku

Alhamdulillah ganti udara sewaktu disana, udaranya Masyaa Allooh sejuk banget kawan. cobalah berkunjung kesana dan rasakan bedanya.

  • Pantai Cacalan

Sepulang dari Air Terjun Jagir waktu masih sore, jadi kami memutuskan mencari wisata deket-deket sana…dan kami mendatangi Pantai Cacalan.

Pantai ini beda dengan pantai lainnya. Ada beberapa sebab yang membuat pantai ini nampak beda yaitu, pemandangannya adalah Selat Bali, Juga Pelabuhan Ketapang, Ketika akan masuk kesana kita melalui jalan Lundin (subhannAllooh suamiku langsung heboh dia, aku yang melongo emang apa itu) Lundin merupakan perusahaan galangan kapal yang memproduksi kapal militer berbasis Swedia dan pernah memproduksi kapal siluma trimaran, juga kapal tank dan entah apalagi yang ketika itu suamiku menjelaskannya dengan menggebu-gebu…serius aku ga paham. hehehe

20180814_165521
Pantai Cacalan, sederhana dalam kebersehajaan.

Untuk mengetahui bagaimana Lundin Industry Invest, kita hanya bisa mengintip dikit banget karena sangat terjaga dan bener-bener banyak tentaranya, padahal suamiku dah berharap bisa melihat setidaknya ada kapalnya atau gimana….ntah lagi-lagi aku ga paham harapan beliau. maaf yaa suamiku.

  • Sego Tempong Mbok Nah Banyuwangi

Rasanya kalo berkunjung kesuatu daerah trus belum wiskul itu kurang mantab. Jadi kami mengunjungi warung Sego Tempong Mbok NAH. Lokasi warungnya strategis, mudah ditemukan dan pelayanan cepat plus murah. Binggung ya dengan namanya? Ternyata sego tempong tuh mirip dengan sego penyet kalo di Surabaya, bedanya pada sayurnya. Kalo sego penyet Surabaya terbatas varian sayurnya. Sego tempong sayurnya padat tapi cukup gizi. Kalo buat lidahku sih, COCOK banget. bukan karena murahnya loh ya, emang enak dan pilihan lauknya tuuuh banyaaaaak. bisa pilih sendiri, kayak semacam warung tegal gtu.

download (1)
sego tempong                        sumber : kumparan.com

 

 

 

download
Sego Tempong Mbok Nah Banyuwangi

 

 

 

 

 

Alhamdulillah selesai deh catatan perjalanan kami. semoga bermanfaat

Jazaakumullah khairan