Katakan Tidak (part 1)

Bismillah,

Catatan ini sebagai pengingat pada diri yang selalu lupa. sering terjerumus pada hawa nafsu dan hal-hal buruk lainnya. Astagfirrullah

Seingatku dulu, sewaktu kita kecil sekitar tahun 90an kegiatan yang bernama ultah atau ulang tahun itu merupakan hal yang ditunggu-tunggu. kayake dari miskin samapi kaya, dari tua sampai muda seneng banget merayakan ini. sebenernya apa tujuannya? apakah menambah bekal akhirat? atau menambah pahala kita? atau bersyukur? bersyukur model yang apa?? Astagfirrullah

noultah1
Jangan Ada 

Jangan ada happy birthday diantara kita!! kalo dipikir yaa, bukannya itu berarti jatah umur kita didunia ini semakin berkurang? trus kok dirayain? berarti mendoakan agar segera mati donk? atau kalo memang bersyukur kenapa ga bersyukur kepada sang Maha Pemberi Kehidupan? kalo itu bersyukur dalam rangka ibadah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam apakah melakukannya?Jika Tidak berarti Bid’ah.

Islam adalah agama NO RIBET, mudah dan murah. kenapa aku bisa menyampaikan seperti itu? tahu kawan, bagaimana kehidupan Rasulullah dan para sahabat? selalu dalam keadaan zuhud dan qona’ah, banyak  dari mereka yang kaya raya bahkan harta mereka masih ada hingga sekarang…tapi mereka ga melakukan kegiatan itu. kenapa? trus kalo bukan mengikuti Rasulullah dan para Sahabat, mau ikut sapa?

Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh hafidzahullahu Ta’ala berkata,

“Sesungguhnya hal itu (perayaan ulang tahun, tahun baru, dan sebagainya) adalah bid’ah yang tidak disyariatkan. Perayaan-perayaan itu hanyalah dibuat oleh manusia menurut hawa nafsu mereka. Berbagai macam perayaan (‘id) dan apa yang terdapat di dalamnya berupa rasa senang dan gembira, termasuk dalam bab ibadah. Maka tidak boleh mengada-adakan sesuatu apa pun di dalam ibadah, tidak (boleh) pula menetapkan dan meridhainya (tanpa ada dalil dari syariat, pen.).” (Al-Minzhaar, hal. 19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang melakukan amal (ibadah) yang bukan berasal dari (ajaran) kami, maka amal tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/40915-hukum-mengistimewakan-hari-lahir-dengan-perayaan-ulang-tahun.html

Apa yang mau diistimewakan kawan? seharusnya yang diulang-ulang tiap hari itu adalah Istighfar

noultah6
do it!!

Atau merayakan hanya sekedar have fun? yaa seneng-seneng aja gitu? Ingatlah kawan, bahwa setiap yang kita lakukan didunia ini pasti akan dihisab oleh Allooh Azza Wa Jalla dan ada pertanggung jawabannya kelak, yakin dah siap?

Kadang aku berpikir, bila uang yang digunakan untuk kegian itu dikumpulkan maka beberapa tahun kemudian uangnya bisa dipake untuk umroh atau haji, bukankah itu lebih utama daripada hanya hura-hura ga jelas?! Betapa banyak yang telah kita sia-siakan selama ini. Astagfirrullah

Pikirkan lagi, saat kegiatan itu pasti ada hal-hal yang membuat Allooh murka seperti : Nyanyian, ikhtilat, pemborosan dsb. meskipun ucapan atau yang disampaikan saat kegiatan itu diucapkan dalam bahasa arab, serius itu bukan bagian dari agama ISLAM!!!

noultah7
BUKAN ISLAM KAWAN

Masih ngeyel untuk melakukannya? padahal udah jelas tidak ada manfaat dari kegiatan itu. Semoga Allooh memberi taufiq pada kita semua agar senantiasa lurus dalam agama Islam dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan para Sahabat Radhiyyallahu Anhum aamiin.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah– menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id].

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/3793-sikap-yang-islami-menghadapi-hari-ulang-tahun.html

Tuh kan?! Beneran kawan, yuk belajar lagi AGAMA ISLAM. Balik kembali kepada beragama sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sehingga aman hidup didunia dan akhirat. yakin kawan hidup ini mudah, hawa nafsu lah yang membuat kita serasa terbelenggu dalam hidup ini.

sekali lagi, semoga kita senantiasa mendapatkan taufiq dari Allooh untuk selalu dalam agama Islam yang lurus aamiin.

Atas waktunya berkenan membaca catatan kecil ini, saya haturkan Jazaakumullah khairan. Semoga yang sedikit ini bisa sebagai pengurang dosa yang telah lalu dan sebagai pemberat amal di akhirat aamiin