Romantis until end

Bismillah,

Tulisan ini aku buat sebagai catatan buat diriku sendiri.

romantis until end

Pemalang, 17 Sya’ban 1440H.

SubhannAllooh ga terasa dh 8 tahun (dihitung dengan tahun hijriyah yaa) kami melalui pasang surut dalam kehidupan kami. Tidak mudah kawan, sungguh tidak mudah. Terlebih dengan perbedaan kami yang sangat mencolok, dari sisi ekonomi kami tidak sama, dari sisi pekerjaan juga tidak, dari sisi keluarga dan keturunan juga berbeda jauh.

Persamaan kami, sama-sama anak sulung, sama-sama alumni perikanan, sama-sama ntah apa lagi yang sama heheee

perasaan ini mudah banget yaa terombang ambing bagaikan seonggok ranting yang terseret ombak di tepian pantai…kadang terhempaskan kadang ikut ombak dan banyak lagi lainnya.

Tahun-tahun kami masih menanti kawan, menanti datangnya sang buah hati. Keyakinan ini tetap membuncah kawan, tak perlu kau tanya bagaimana rasanya perasaanku bila ada mulut yang menanyakan ttg itu…terkadang yang tanya juga ga berilmu, kadang ada juga yang sudah berilmu tapi lupa ngamalinnya. sedih kawan…sedih banget. Sungguh-sungguh aku berdo’a tidak ada lagi dikeluarga kami yang mengalami yang kami alami…sungguh menyesakan.

Bismillah,

Maya kita ga akan pernah tau di ikhtiyar yang mana kita akan berhasil?!

Kita juga ga tau di program yang apa kita akan sukses?!

juga di do’a yang mana, oleh siapa dan kapan,,pinta kita terkabulkan olehNya

YAKINlah Allooh telah menulis nama anak-anakmu dalam lauh mahfudz.

bersabarlah sebentar, bersabarlah hingga semua menjadi nyata

Dari : Maya

Untuk : Maya

Kutipan itu aku tulis di salah satu medsos yang aku buat sebagai simpanan untuk diriku sendiri.

Aku hanya berharap semuanya menjadi nyata dan aku lebih memahami agamaNya

Wahai ikhwah…
Umur hanya sekedar angka
Omongan manusia akan berlalu begitu saja
Adalah urusan Allah kapan mempertemukanmu dengan lelaki shalih yang diidamkan
Adapun urusanmu adalah memperbaiki diri, jujur dalam berdoa dan istiqomah untuk taat kepada-Nya
Berbaik sangkalah kepada Allah, sandarkan hatimu kepada-Nya
Jika inginmu tak sejalan dengan realita, yakinlah ada hikmah yang tidak Allah tampakkan

Ingatkah engkau dengan firman-Nya

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan bisa jadi engkau menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/11053-untaian-bait-untuk-muslimah-yang-sedang-menanti.html

Aku ingin bersamamu sampai Akhirat, semoga Allooh mengabulkan do’aku

Anganku membuncah, Harapanku hanya padaMu Yaa Allooh.

Romantis itu apa sih? Hmmmm mungkin itu kata yang sering kita tanyakan pada diri sendiri, sebenernya romantis itu apa ya? Ternyata kawan, romantis itu sudah dan sering dicontohkan oleh panutan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  ketika bersama istri-istri beliau. Yuk kita simak

IMG-20170720-WA0002 - Copy

Mengutip dari Buku Surat Terbuka untuk Para Suami (karya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan Al Atsary) berikut beberapa perlakuan Romantis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

  • Memanggil Istri atau Suami dengan panggilan kesayangan, tanyakanlah pada kekasih hatimu, apakah dia berkenan bila engkau memanggilnya demikian demikian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah Radhiyallahu Anha dengan “Aisy” atau “Humaira”. seperti pada hadits berikut Aisyah Radhiyyallahu Anha menuturkan “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya “Wahai Aisy (panggilan kesayangan Aisyah), Malaikat Jibril ‘Alaihi sallam tadi menyampaikan salam buatmu” . Mengamalkan hal tersebut maka untuk kami berdua, biasanya membiasakan memanggil “Anatakun” untuk suami dan “Anatachan” untuk istri. Diserap dari bahasa Jepang,

    Berikut ini adalah terjemahan arti kata anata (あなた) bahasa Jepang dalam bahasa Indonesia dalam kamus Jepang-Indonesia (mengutip dari sini)

    anata – あなた
    1. sayang (eng: dear) * Seperti saat istri memanggil suaminya.
    2. sana, situ
    3. tuan, nyonya, bapak, ibu, saudara, anda

 

  • Perlakukan Pasanganmu dengan Lembut dan Mesra. Hadits Riwayat Imam Bukhari (No.2235) diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyyallahu Anhu, Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy Radhiyyallahu Anha. beliau mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi Shafiyyah untuk melindunginya dari pandangan orang. kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam duduk bertumpu pada salah satu lututnya di sisi unta tersebut, beliau persilahkan Shafiyyah untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau yang lain.  Jadi kawan, sebelum disney menunjukkan kisah-kisah romatis ala2 mereka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sudah duluan loh praktek itu. Kadang sedihnya tuh, yang pacaran tidak malu menunjukkan romatisme didepan orla sedangkan yang udah sah malah malu-malu mau. biasanya sih yang laki-laki yang malu, padahal si wanita udah gemes pengen digandeng 
  • Ciptakan suasana harmonis dengan senda gurau dan canda ria. Seperti Hadits riwayat Ahmad (No.26277) dan Abu Dawud (No. 2580) yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah ash-shahiha (no.131). Aisyah Radhiyyallahu Anha mengisahkan ” Pada suatu ketika aku pernah ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih menjadi gadis yang bertubuh ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak lebih dahulu, mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku “Kemarilah! Sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau hanya diam saja atas keunggulanku saat itu. Pada kesempatan lain, ketika tubuhku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Kembali beliau memerintahkan rombongan untuk bergerak lebih dahulu. Kemudian beliau kembali menantangku berlomba lari, dan beliau berhasil menungguliku. Saat itu beliau tertawa seraya berkata “Ini adalah penebus kekalahanku yang dulu!”  Beberapa kisah lain yang menunjukkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sering bercanda dengan istri-istri beliau. Maka hendaknya kita sebagai pengikut beliau, harusnya mengamalkannya.

Nah itulah contoh-contoh romantis yang dicontohkan Rasulullah, jangan malu untuk bersikap romantis (dengan catatan tidak kebablasan) bila hanya bergandengan tangan, menurutku ga pa2. Malah yang aku suka dan ingin sekali menirunya adalah romantisme Ibu&Bapak, meskipun udah berusia lanjut, Masyaa Allooh beliau berdua romantis banget. Awal aku menjadi anak mereka, aku berharap suamiku pun akan memperlakukanku seperti itu. Qadarallah sifat malu beliau mendominasi, hehehe Kalo udah gitu biasane aku yang ambil inistiatif, Alasanku sih klasik yaa kalo bergandengan dengan yang bukan pasangan sahnya adalah Harom maka bergandengan dengan pasangan sahnya adalah HALAL DAN BERPAHALA. hmmmmm sapa yang ga mau pahala yang mudah dan ringan untuk mengerjakannya.

Bapak&Ibu juga sering cerita-cerita mengenang masa lalu yang itu dibagikan juga dengan putra-putrinya, meskipun aku menantu mereka, tapi ga ada yang mereka sembunyikan dariku. bahkan Alhamdulillah aku lebih mengenal Ibu&Bapak daripada ketiga putranya…sehngga ketika Allooh memanggil bapak selamanya, aku ikut merasakan banget bagaimana perasaan ibu. Kenangan itu tak kan terlekang oleh waktu kawan. Rasanya beliau masih ada disekitar kami, bahkan terkadang ketika aku dan Ibu lagi asyik cerita mengenang masa lalu, kami membayangkan bapak ada disekitar kami sambil meledek kami berdua (Hahahahaha ledekan beliau mah ga bikin sakit hati, cz dh paham sifat beliau).

852236224_226977

Bila dalam pernikahan kami ditakdirkan memiliki anak maka Allooh Azza Wa Jalla akan memberikannya dengan jalan bagaimanapun dan kapanpun. Tapi bila Allooh tidak menakdirkan hal tersebut bagi kami maka itulah yang terbaik bagi kami. Allooh Maha Mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui.

Romantis hingga akhir usia kita, berdua bersama, menua bareng, bahkan bila Allooh menakdirkan yang terbaik bagi kita maka itulah yang terbaik. Jangan malu untuk bersikap romantis, kenalkan sikap-sikap romantis pada anak-anak kita, sehingga mereka memahami batasan-batasan mahrom secara sempurna sejak dini. Dan Yang Utama ADALAH Bergandengan sekeluarga menuju SyurgaNya aamiin

IMG-20171224-WA0008

Yakin dan YAKIN bahwa Allooh Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya

Semangat!!!