MASA PENSIUN UNTUK APA?

855004019_249770

Bismillah, dari judul tulisan udah diketahui yaa maksud tujuan artikel kali ini.

Banyak dari kita yang berharap menjadi ASN atau pegawai suatu perusahaan atau pekerjaan yang ada tunjangan pensiun, iya ga? Kalo aku dulu ”Iya”. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, usia semakin bertambah, ilmu yang aaah sedikit bertambah (malu rasanya diri ini) keinginan itu menjadi sirna bahkan bila temen-temenku menceritakan kesibukan mereka maka aku pun bahagia dengan kesibukanku, meskipun aku tidak menghasilkan rupiah seperti mereka. Bukan bermaksud curhat ataupun mengeluh disini ya, saya hanya ingin berbagi dengan temen-temen semua. Tidak menjadi jaminan bila sewaktu kita masih muda, kuat dan gesit kita mempunyai pekerjaan yang bagus bahkan karier yang berjenjang, tapi apalah artinya itu saat kita memasuki usia PENSIUN. Yaps usia pensiun, banyak dari ortu kawanku (karna pekerjaan ortuku adalah wiraswasta dan ibu rumah tangga, jadi saya tidak bisa banyak menceritakan terkait tema ini) yang mengalami kemunduran saat memasuki usia pension, bahkan banyak dari mereka yang gagal melewatinya (Na’udzubillah mindzalik).

Dari setkab.go.id menyatakan bahwa batas usia pensiun bagi ASN sebagaimana dimaksud yaitu : 58 tahun (bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama dan pejabat fungsional ketrampilan), 60 Tahun (bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya) dan 65 Tahun (bagi pejabat fungsional ahli utama). Sedangkan untuk pegawai swasta, dikutip dari www.linovhr.com menyebutkan bahwa usia pensiun dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan tidak mengatur kapan saatnya  pension dan berapa batas usia pension untuk karyawan atau pekerja swasta pada khususnya, pada UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun yang menyebutkan bahwa hak atas manfaat dana pension normal adalah usia 55 tahun dan batas pension wajib maksimum adalah usia 60 tahun bagi karyawan atau pekerja. Berarti rerata usia pension adalah 60 tahun sehingga bila sekarang usia kita 35tahun maka kurleb 25 tahun lagi pensiun. Sudah ada rencana ingin diisi apa masa Pensiun kita?

Sebagai seorang muslim wajib bin kudu mempersiapkan diri, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

MANFAATKANLAH LIMA PERKARA SEBELUM DATANGNYA LIMA PERKARA :

  • Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, 
  • Masa sehatmu sebelum  tiba masa sakitmu,
  • Masa kecukupanmu sebelum tiba masa kefakiranmu,
  • Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
  • Kehidupanmu sebelum tiba ajal kematianmu

Kalo dari sisi dana mungkin kita  mengandalkan dana jaminan hari tua (bagi ASN), bagi yang pengusaha atau non ASN bagaimana? Sebenernya bukan dana yang kita bicarakan disini kawan. Tetapi bagaimana kita mengisi hari-hari kita saat tiba masanya akan tetapi kita tetap produktif atau setidaknya tidak merepotkan keluarga kita, bagaimana caranya itulah yang harus kita persiapkan sejak sekarang.

Mengutip dari channel telegram salafyways yang mengisahkan tentang Muhammad Ali, muslim yang mempunyai pekerjaan sebagai petinju professional.

“INSIPIRASI DARI MUHAMMAD ALI”

Muhammad Ali menjawab pertanyaan seorang anak tentang apa yang akan dilakukannya ketika ia pension dari bertinju, Muhammad Ali menjawabnya sebagai berikut “Hidup ini singkat. Berapa tahun kau habiskan untuk tidur, untuk bersekolah, melakukan perjalanan, menonton film, televise, berolah raga dll. Ketika kau sibuk mengurus keluarga dan anak-anakmu, tahu-tahu usiamu sudah 60tahun. Padahal semua yang kau lakukan itu bukan milikmu. Aku pernah bercerai. Keempat anakku memanggil bapak pada laki-laki lain dan mereka tak pernah mengunjungiku lagi. Anak dan istrimu bukanlah milikmu” (Para penonton yang tersorot kamera terlihat terkesima) “Lalu apa yang akan kulakukan setelah pensiun? GET READY TO MEET GOD. BERSIAP MENEMUI TUHAN. Kita semua akan mati, kapanpun tanpa kita tahu saatnya. Tuhan tidak peduli kau mengalahkan Joe Freazier atau George Foreman. Tuhan ingin melihat apa yang kau lakukan pada sesame. Yang paling penting dalam hidup adalah ketika kau mati apakah kau masuk syurga atau neraka. Aku begitu takut masuk neraka. Mungkin saja aku membunuh atau merampok orang. Barangkali polisi tak dapat menangkapku, tetapi ketika aku mati ada yang mencatat semua perbuatanku dan aku tak bisa mengelak. Jadi apa yang akan aku lakukan? Bersiap menemui Tuhan dan berharap masuk ke syurgaNya. Faham?”

============================================================================

Uraian ini dikatakan oleh Muhammad Ali pada saat usianya 35 Tahun dan masih dipuncak kejayaannya. Ketika ia mulai terkena penyakit Parkinson, ia berkata, “Hidup ini adalah ilusi. Aku menaklukkan dunia tapi tak membuatku puas. Tuhan memberikan penyakit ini untuk mengingatkanku bahwa aku BUKANLAH yang nomer satu, melainkan Allooh

Masyaa Allooh semoga akhir hidup kita husnul khotimah aamiin

Bila kita membayangkan masa pensiun akan kita habiskan dengan menggeluti hobi atau kesukaan kita, maka itu semua hanyalah semu kawan. Paling kita hanya bisa menikmatinya sepekan dua pecan, atau paling lama sebulan dua bulan, sesudahnya kita akan mengalami kejenuhan. Belum lagi bila kondisi kesehatan kita semakin menurun, takkan ada guna lah hobi-hobi itu.

SubhannAllooh kita semua akan mengalaminya, tapi muslim yang cerdas adalah yang bisa memanfaatkan masa dengan baik dan tepat. Sudah ada rencana kawan?

Dari blog Hijrah App Tulisan berjudul “MELAWAN MASA TUA” yang ditulis oleh Ustadz Abu Minhal, Lc. (Baca langsung  di blognya juga bagus kawan). Di tulisan tersebut dijelaskan bahwa Masa Tua kita itu melewati usia 40th (hmmmm bntr lagi),

Berdasarkan ini, maka siapa saja yang telah melewati usia 40 tahun hingga akhir hayatnya, ia telah berada dalam fase terakhir kehidupannya. Kehidupan manusia akan berakhir umumnya pada kisaran usia 60 hingga 70 tahun.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “أَعْمَارُ أُمَّتـِيْ مَا بَيــْنَ سِتِّيْنَ وَسَبْعِيْنَ. وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Usia umatku (umat Islam) antara 60 hingga 70 tahun. Dan sedikit dari mereka yang melewatinya”. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah. ShahîhulJâmi’ 1073]

Saat fase ini mulai datang, kekuataan fisik sedikit demi sedikit menyusut, ketajaman mata mulai berkurang sehingga dibutuhkan alat bantu untuk melihat, daya ingat menurun dan kulit mengendur serta guratan-guratan tanda penuaan pun muncul. Rambut-rambut putih sedikit demi sedikit menghiasai kepalanya. Penyakit-penyakit degeneratif pun banyak muncul pada fase ini.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkannya?. [Yaasiin/36:68]

Masih pada tulisan yang sama, di tulisan tersebut diberikan tips mengisi hari-hari pensiun kita agar bermakna yaitu :

  1. Lebih memperhatikan amalan-amalan wajib
  2. Menghindari hal-hal yang diharamkan oleh syariat
  3. Menambah amalan sunnah
  4. Memperbanyak membaca kalimat tahmid, beristighfar dan bertaubat
  5. Perbanyak sedekah
  6. Memperbanyak amalan-amalan ringan tapi berpahala besar, seperti membaca shalawat
  7. Rutin membaca dzikir pagi dan petang
  8. Tetap bersemangat menghadiri majelis ilmu
  9. Rutin membaca Al Qur’an dan mentadabburinya
  10. Senantiasa berpesan kepada anak dan cucu kita agar menjadi generasi sholih dan sholihah juga mengingatkan untuk sellau mendo’akan orang tuanya.

Nampaknya simple ya, dan tidak membutuhkan banyak energy serta biaya dalam melakukan tips-tips tersebut. Ingatlah kawan, syetan tidak akan pernah berhenti membuat manusia mengikuti jalan mereka, sehingga hal-hal tersebut harus kita rutin kan sejak masa muda, bila kita memasuki usia pension kita hanya mengulang-ulang saja.  Pembiasaan dari sekarang akan kita tuai saat masa tua itu tiba. Ingat kawan, waktu takkan pernah kembali. Mulailah dari diri dan saat ini.

Tips lain yang ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Fakhruddin Nu’man, Lc dalam tulisan beliau yang berjudul “SILAHKAN MENABUNG UNTUK MASA PENSIUN” di Channel Telegram Salafyways adalah :

Saudaraku ketahuilah bahwa masa pension yang hakiki adalag KEMATIAN, yang memutuskan semua aktifitas amal kita di dunia.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan pada kita MENABUNG UNTUK MASA PENSIUN “Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir sementara pelakunya di kuburan setelah wafatnya adalah

  1. Orang yang mengajarkan ilmu
  2. Orang yang mengalirkan aliran air/sungai/selokan (yang dimanfaatkan oleh kaum muslimin)
  3. Orang yang menggali sumur (yang dimanfaatkan oleh kaum muslimin)
  4. Orang yang menanam kurma (atau pohon apa saja dan dimanfaatkan oleh orang-orang setelahnya)
  5. Orang yang membangun masjid
  6. Orang yang mewariskan mushaf
  7. Orang yang meninggalkan anak yang sennatiasa memintakan ampun kepada Allooh untuknya setelah wafatnya.

 

Semoga kita bisa mengisi salah satu atau semua tabungan itu untuk masa pension kita.

Mulailah dari waktu ini kawan, ingatlah KEMATIAN tidak akan menunggu kita tua, dia akan sewaktu-waktu datang pada kita, tanpa kita tau kapan waktunya, dimana tempatnya dan sedang apa kita.

Jika dalam rutinitas keseharian kita tidak terdapat

  • Dua raka’at sholat Dhuha
  • Porsi membaca Al Qur’an
  • Sholat witir di malam hari,
  • Ucapan yang baik,
  • Sedekah yang mereda murka Rabb_kita

Maka kenikmatan hidup apakah yang tersisa???

Mulailah saat kita masih diberi kemampuan oleh Allooh, kapan itu? SEKARANG.

YA ALLOOH, Bantulah kami untuk selalu mengingatMU, Selalu bersyukur padaMu dan Untuk Selalu memperbaiki ibadah kami aamiin.

Demikianlah sekilas tulisan yang saya buat sebagai pengingat diri sendiri terutama dan kaum muslimin pada umumnya, Intinya, dengan mengisi masa tua dengan amal-amal shaleh dan menjalin kedekatan yang lebih intens dengan Allâh Azza wa Jalla , bukan dengan lari dari kenyataan yang datang, juga bukan dengan melawannya, karena usaha apapun untuk melawan fase tua hanya akan sia-sia belaka.

SemogaAllâh Azza wa Jalla memberikan taufik kepada kita untuk menggapai cinta dan ridha-Nya dan menutup hidup kita dengan husnulkhâtimah. Aamiin.