Lampung

Bismillah, sebenernya dah lama mau menulis tentang safar ini juga, qadarallah menanti foto-foto di transfer ke laptop kok ya ga jadi-jadi dilakukan oleh Anatakun. hmmmm sibuk beliaunya

Kalo Anatakun beberapa kali ke Lampung, urusan pekerjaan. sedangkan aku, ke Lampung pertama kali  itu bulan Desember 2018. sebenernya aku hanya ngintili tugas Anatakun sih, plus mau berkunjung ke rumah temen kuliah yang berasa saudara yaitu Ibu InNiSar atau panggil dia Lia.

Alhamdulillah seijin Allooh dan juga mungkin karena bujuk rayu Anatakun dan Lia akhirnya aku bisa menginjak pulau Sumatera tepatnya di kota Bandar Lampung.

menurutku kota ini ga jauh beda dengan kota-kota di pulau Jawa umumnya, bahkan menurutku di kota kehidupannya dinamis. dan gak akan keliatan bedanya Sumatera dan Jawa.

IMG-20181215-WA0008
suasana jalan raya di Bandar Lampung

pertama kali ke Lampung, aku meminta Anatakun tuk safar dengan perjalanan darat (aku pikir deket dan bentar waktunya…ternyata LUUUAAMAA). dari pemalang kami naik kereta Tawang Jaya Premium, salah satu kereta andalan kami bila ke Jakarta karena waktunya yang sesuai dengan kebutuhan kami. kami nyampai di stasiun Gambir jam 04.00 subuh ya. kami sholat subuh dulu di masjid yang terletak di komplek Stasiun Gambir, usai sholat kami lanjut untuk bikin radix di kedai indomart (masih di komplek stasiun ya) plus belanja untuk bekal kami diperjalanan. karena perjalanan ini adalah perjalanan dinas maka kami pun ga hanya berdua tapi dibarengi oleh Ajun yang emang ada urusan juga di pabrik Lampung.

jadi rute perjalanan kami dari Pemalang menuju Lampung itu memakan waktu hampir 18 Jam!!! subhannAllooh. berangkat dari dari Pemalang ke Jakarta naik kereta Gumarang jam 8 malam kemudian nyampe stasiun Gambir jam 4 dini hari. loket tiket penjualan bis DAMRI yang akan membawa kami menuju Lampung baru buka jam 8 pagi dan binya akan berangkat jam 10an(bisnya naik kapal dari merak sampai bakauheni, disni aku baru tau kalo mudiknya orang-orang yang biasanya di liput oleh TV subhannAllooh riweh). saat dibis, baru kali itu aku ga duduk bersebelahan dengan Anatakun, Alhamdulillah Anatakun duduk dengan laki-laki yang berumur, sedangkan aku duduk dengan wanita yang barusan menikah dan sedang hamil muda (Semoga mbaknya udah melahirkan dengan sehat).

perjalanan kami masih lama, tapi tidak mengecewakan karena kami disuguhi dengan hamparan laut yang Masyaa Allooh indah dan hembusan angin yang sepoi-sepoi.

To be continued