Pengalaman kesekian kali ke bebek Sinjay Madura

Bismillah,mau menulis review tentang tempat makan yang rame banget. Bahkan karena terlalu rame kadang kurang manusiawi bila memperlakukan konsumen. Kalo di resto-resto biasanya melayani pelanggan seperti Raja,,jangan berharap ya disini. Hehehe

Saaabaaar
Sabaar

Rumah makan ini luas ya,seperti 1 ruangan aula besar yg bisa menampung hingga ratusan kursi.

Dilihat dari gambar diatas,ada beberapa loket (menurut saya kurang efektif). Ada loket pemesanan sekaligus pmbayaran,kemudian sebelah kirinya ada loket pengambilan makanan sedangkan sebelah kanannya loket pengambilan makanan yang take away atau dibungkus. Sedangkan untuk pengambilan minum ada loketnya sendiri. Bener-bener harus bersabar kalo disini.

Nah yg menurutku kurang efektif yaa,saat pembayaran hanya diberikan 1nota yg itu wajib dibawa saat pengambilan makanan,minuman maupun dibungkus. Ribet kn? Belum lagi harus berjubel. SubhannAllooh

Juga ruangan disini tidak dibagi untuk ruangan merokok atau tidak sehingga aroma wangi bebek ternodai dengan aroma tembakau. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Dan tipsnya kalo mau kesini terus pengen dapatkan menu yg TOP harus datang pagi yaa. Karena agak siang dikit aja,,porsi dan ukuran bebek berkurang.

Setelah perjuangan 1jam akhirnya Indra mendapatkan juga bebek sinjay pesenan kami. Ohh iya,Indra ini adik dari suamiku loh. Bersama Istrinya yg sholihah (aamiin) Ani mereka memilih untuk merantau di Surabaya. Semangat yaa

Nasi bebek goreng dengan taburan serundeng juga ditambah sambal pencit. Masyaa Allooh enak

Tapi meenurutku yaa,setelah beberapa kali kesana tidak ada istimewanya semuanya biasa aja. Heehe

Kalo ga percaya langsung datang aja yass