Kudus, kota kuliner unik

Bismillah,

Alhamdulillah bisa menyunting beberapa pos yang terbit di sini. Sesuai judulnya yaa kali ini kita membahas tentang kota Kudus.

Beberapa bulan yang lalu, kalo ga salah setelah lebaran deh, masih dalam bulan Syawal Anatakun mendapat tugas untuk kunjungan ke salah satu pabrik perikanan di Kudus. Awalnya sempet sedih, tapi setelah mengingat kembali kalo Kudus artinya deket dengan Rembang langsung sumringah dan langsung menghubungi mbak Riana. Alhamdulillah gayung bersambut, Anatakun mengijinkan ana ikut plus sekalian ziaroh ke Rembang.

Berangkat dari Pemalang, naik kereta Kaligung yang sampai Stasiun Poncol sekitar jam 7 pagi, karena Anatakun ada dua tempat yang dituju yaitu Laboratorium CITO semarang dan PT. MBI Kudus. Alhamdulillah sampai di Stasiun Poncol kami langsung cari sarapan dulu ya, karena tadi berangkat dari rumah dalam keadaan perut kosong. setelah perut terisi, langsung meluncur ke Lab CITO Semarang, hanya beberapa menit disana kemudian langsung meluncur menuju Terminal Terboyo Semarang. Alhamdulillah langsung dapat bis patas, tapi menunggu untuk bisnya segera jalan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. bosen? ga longan waktu yang ada digunakan untuk membaca QS Al Kahf, karena waktu kami safar itu bertepatan dengan hari Jum’at. 

Alhamdulillah bis mulai berjalan. hal yang paling kami sukai bila naik bis patas adalah, tidak ada suara musik berisik yang mengganggu kenikmatan kami dalam menikmati pemandangan di kiri kanan jalan. sebenernya apa toh yang mau dinikmati? hehehehe ada aja. Perjalanan Semarang – Kudus hanya memakan waktu kurang lebih 2 jam tergantung dari macet atau tidaknya lalu lintas saat itu. Alhamdulillah pas perjalanan ini, kami membutuhkan waktu 1 jam 30 menit alias satu setengah jam. Kami berhenti di depan SPBU, karena jarak penginapan kami dengan SPBU lebih dekat daripada kami harus ke Terminal Kudus dulu. Qadarallah kami sempet tidak bisa memesan ojek online dan tidak ada kendaraan yang bisa berhenti disekitar situ, Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Setelah tanya sama petugas SPBU, kami diarahkan untuk agak bergeser ke depan salah satu rumah makan disekitar situ, Alhamdulillah langsung bisa dan langsung dapat mobilnya. meluncur ke penginapannya.

mencari penginapan di kota kecil seperti Kudus ini harus berhati-hati yaa, karena banyak hal yang harus diperhatikan. waktu itu kami memesan lewat aplikasi online, sebuah penginapan yang homie sih tapi kurang sreg deh. Setelah sampai di penginapan, proses check-in bentar, hanya 5 menit aku rasa, kemudian langsung bisa menuju kamar (dianter loh oleh petugasnya). setelah sampai kamar, Anatakun prepare untuk kunjungan k PT. MBI, kalo aku? langsung mengamati kamar yang ada. Yaa sudahlah, kami cuma semalam disini, in syaa Allooh ga diulang, loooh?!!! Selama Anatakun ke pabrik, aku menikmati TV dengan acara yang membosankan, padahal berharap dengan wifi nya hotel yang kenceng ternyata zonk. Alhamdulillah’ala kulli hal.

Sepulangnya Anatakun dari kantor, langsung beliau membersihkan diri dan prepare untuk menikmati malam di Kudus. Penasaran aja dengan kota ini, karena kami hampir 2 tahun di Rembang belum pernah ke kota ini. untuk jalan-jalan, kami langsung memesan ojek online yaa, Alhamdulillah mudah mendapatkannya dan langsung meluncur.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah soto kudus bu Jatmi, masyaa Allooh rame dan saat kami kesana sudah hampir habis. Soto Kudus bu Jatmi ini sudah menjadi legenda bagi orang Kudus atau yang sedang berkunjung ke kota ini. Soto kudus ini agak berbeda dengan soto dari jawa timur yaa, karena kuahnya bening dan menggunakan daging kerbau. Alhamdulillah masih kebagian soto kudusnya, tapi gak kebagian makanan pendampingnya

Soto Kudus Bu Jatmi

Diatas adalahpenampilan dari Soti Kudus Bu Jatmi. Selera orang masing-masing yaa, kami disini tidak bermaksud untuk menilai ataupun memberi komentar negatif pada makanan. Dari sisi pelayanan kami, merasa puas karena cepat dan semua sesuai dengan ekspektasi kami. Dari sisi kualitas, menurut aku sendiri kurang pas dengan lidah orang jawa timur, agak terlalu manis, tapi dari tekstur daging kerbau atau kebonya subhannAllooh uuuuenak. bisa jadi rekomendasi kalo kesini saat kantong kalian agak tebal, karena harganya lumayan mahal hanya untuk 1 mangkok kecil soto itu.

Usai santap malam, kami pun lanjut ke Alun-alun Kudus atau dikenalnya dengan Simpang7 Kudus, lagi-lagi pesen ojek online. Hampir sama dengan alun-alun di kota-kota lainnya yaa dimana selalu alun-alun atau lapangan ini dikelilingi oleh pusat pemerintahan, masjid besar dan pusat perdagangan.

Alun-alun Kudus

Kota Kudus sangat sederhana seperti alun-alunnya so simple, tapi emang pas buat wisata tipis-tipis ya. Setelah dari alun-alun, karena perut masih laper kami melanjutkan wisata kuliner ke nasi ayam khas Kudus, maaf yaa aku lupa namanya, nasi ayam ini juga termasuk legendaris di Kudus, dijualnya hanya saat malam hari dan di sekitar pasar Kliwon. Tenang aja, gag seserem namanya kok. SubhannAllooh porsinyaa luaaar biasa, nasinya buanyak plus ayam ungkepnya seperempat ekor, kemudian disiram dengan kuah mirip lodeh manisa kemudian ditambahi sesendok sambal, untuk sambal bisa nambah sesuka hati kita sih. silahkan aja, gratiss. untuk nasi ayam ini, menurutku, sama aja dengan nasi ayam penyet cuma bedanya adalah LODEH.

Nasi ayam menjadi penutup kuliner malam kami, so balik ke penginapan. Efek dar porsi nasi ayam tadi yang super duper buuuuanyak, akhirnya kami memutuskan jalan-jalan malam di sekitar kudus untuk menuju minimarket membeli air kemasan., dan ternyata nyasar. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Kami berdua kompak jalan meskipun nyasar, eeeh nyasarnya ini karena googlemaps looh. (hati-hati banyak korban nyasar karena googlemaps.) Setelah mendapatkan minimarket yang kami tuju dan berbelanja ala kadarnya, baliklah kami ke penginapan. Ketika nyampai penginapan langsung tepar. SubhannAllooh

Esok paginya, kami muter-muter Kudus dengan naik becak, sebenernya kasihan juga yaa tukang becaknya karena Anatakun kan berat dan bapaknya kurus gitu, jadinya agak susah mengayuhnya. Misi muter-muter kami adalah mencari sarapan khas Kudus, dan ternyata zonk alias masih tutup. Yaa sudahlah, akhirnya kami ke warung Tegal yang di Kudus. hehehehe. Usai Sarapan, ternyata bapak becaknya masih nungguin kami loh, subhannAllooh bapak kan ga tega atuh bila ga naik becaknya ya. Akhirnya kami balik ke penginapan “terpaksa” naik becak lagi. Sesampainya di Penginapan, kami disambut resepsionisnya yang mengingatkan untuk jatah sarapan kami di resto penginapan….baiklah kami makan lagi (kalo aku, bikin roti bakar kemudian aku bawa ke kamar, lumayan buat maksi).

Setelah sampai kamar, Anatakun segera prepare untuk kunjungan ke pabrik karena udah ditunggu pak Didik dibawah. Akhirnya sendiri lagi dikamar, dan apa yang aku lakukan??? bikin tulisan tanpa internet.

Waktu check-out, mbak respsionisnya baik banget karena memperbolehkan aku menunggu di lobinya. Anatakun selesai dari pabrik sekitar jam 1 lebih, sedangkan waktu check-outnya jam 1 pas, daripada harus nambah yaa sudahlah aku menunggu di lobi. ooh iyaa, penginapan kami ini sangat kental dengan nuansa kristen yaa, tapi mereka memperlakukan kami sama dengan tamu lainnya, indahnya perbedaan dan saling menghargai.

Sebagai oleh-oleh untuk keluarga mbak Riana, kami membeli PHD. selama kami di Rembang, Pizza adalah makanan langka yang sangat kami rindukan (aku aja sih yang rindu, Anatakun ga). setelah pizza di kirim oleh petugas deliverynya, tidak berapa lama Anatakun pun datang. Setelah chit-chat bentar, kami pun bersiap menuju terminal Kudus untuk melanjutkan perjalanan kami ke Kota Rembang yang penuh kenangan. dan berakhirlah pengalaman kami di Kota Kudus.

Berakhirnya pengalaman kami berarti berakhir pula tulisan kami, tapi jangan khawatir akan ada tulisan selanjutnya. ditunggu komen dan sarannya. maaf bila banyak typo disana sini.

Atas perhatiannya kami ucapkan Jazaakumullah khairan

4 thoughts on “Kudus, kota kuliner unik

  1. […] Rachda. Blog ini adalah blog yang ditulis oleh Mbak Ida Mayasari. Tulisannya yang berjudul “Kudus, Kota Kuliner Unik” menjadi tulisan yang sangat menarik untuk saya komentari. Untuk tulisan ini, berikut adalah […]

    Like

  2. kalau denger kata Kota Kudus dalam benak saya ada hal yang tiba-tiba muncul, pertama menara kudus kemudian yang kedua soto kudus yang kabarnya khas yaitu daging kerbau. konon ceritanya perintah dari Sunan Kudus
    sedang soto bening bagiku tidaklah asing, karena nilai jual soto Boyolali juga soto bening

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s