Yogyakarta, kali ini aku menyukaimu

Bismillah, Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Yogyakarta atau biasa disebut dengan Jogja atau Kota Gudeg atau Kota Pelajar dan bahkan sebutan lainnya akan kota ini. Kayaknya kalo cerita tentang kota ini gak bisa hanya sedikit cerita tapi banyak cerita. Sewaktu aku masih SD, kayaknya udah wah banget kalo udah pernah ke kota ini, karena emang ini kota dibangun untuk jadi tempat wisata kali ya. hhehehee. Kalo mau dihitung aku sudah puluhan kali ke Jogja, mulai dari aku masih kecil sampai sekarang yaa, karena rumah Nenekku deket banget dengan Jogja jadi kalo berkali-kali ke kota ini yaa ga aneh hanya saja kepergian kami ke Jogja kali ini Masyaa Allooh menyenangkan.

Singkat cerita, awalnya Anatakun mendapat undangan dari pak BB untuk diskusi ke rumah beliau yang di Jogya, dan Anatakun pun mengajakku ikut dengan alasan “honeymoon” awalnya pun aku tidak terlalu tertarik untuk ikut karena aku berpikir mending di rumah karena emang targetku saat ini adalah HEMAT. Setelah berpikir dan mempertimbangkan bahwa aku belum tilik bayi ketiganya mbak Damas, akhirnya aku ikut. Persiapan perjalanan pun dimulai.

Persiapan perjalanan

  • Tiket Kereta Pemalang – Jogjakarta, joglosemarkerto ekonomic class dengan harga Rp. 187.369 (2 penumpang)
  • Tiket kereta Jogja – Pemalang, Joglosemarkerto eksekutif class dengan harga Rp. 332.003 (2 penumpang)
  • Penginapan, POP! Hotel Sangaji regular room untuk 2 malam dengan harga Rp. 492.960
  • Uang saku kurleb Rp. 1.500.000

Kami menggunakan 2 account di beberapa app perjalanan, sehingga dapat diskon lebih besar daripada menggunakan 1 account saja, hemat harus disegala lini.

duniarachda

Qadarallah aku melakukan kesalahan saat pemesanan tiket kereta untuk pulang, yaitu tempat duduk kami yang berbeda jauh!!! akhirnya harus datang ke CS di Stasiun Pemalang dan terpaksa harus membatalkan tiketnya kemudian booking lagi agar tempat duduk kami jadi 1 bangku terpaksa kehilangan 25% dari nilai tiket. Alhamdulillah ‘ala kulli hal

Hari yang dijadwalkan datang, yaps hari Kamis 28 November 2019 dan rasanya seneng. Berangkat dari rumah, kami mampir dulu ke warung padang untuk beli makan siang dan minimarket untuk perbekalan saat di perjalanan, karena perjalanan Pemalang – Jogja membutuhkan waktu 4 jam menit (cukup lama yaa). Saat sampai di area Stasiun Pemalang, seperti biasa kami langsung menitipkan sepeda ke bu Legi (biaya penitipan sepeda 4.000/hari), setelah masuk ruang tunggu dan ternyata keretanya belum datang tapi kami udah laper banget maka langkah selanjutnya adalah Makan siang dulu, jadi nasi padangnya tadi langsung habis tak bersisa. Alhamdulillah saat makan siang kami habis, pas dengan kedatangan kereta Joglosemarkerto, langsung naik dan menuju kursi kami. ekonomi class dengan lama waktu perjalanan 4jam lebih dan ternyata kursinya sangat tidak ergonomik jadi bikin badan kaku semua, apalagi 1 kotak berisi 4 penumpang dan penumpangnya juga turun di Stasiun Tugu jadi dibawa nyantai aja yaaa, kan tujuannya plus plus. Daripada ribet dan protes dengan keadaan yang ada, akhirnya aku tertidur sedangkan Anatakun masih ribet dengan urusan pekerjaan melalui hapenya. Saat terbangun, karena laper ternyata udah stasiun Tawang Semarang (awalnya belum sadar kalo Joglosemakerto itu bisa lewat tegal atau bisa juga lewat semarang) jadi aku melewatkan begitu saja pemandangan indah rel kereta persis di sebelah laut, dan perut terasa laper akhirnya pesenlah bakso dan teh anget saat ada mbak-mbak Reska lewat. setelah menunggu agak lama, datang pesenan kami dan aroma baksonya langsung memenuhi satu gerbong kayaknya…sungkan banget tapi perut laper yaa sudah bakso langsung aku santap. bakso reska atau popso ini nikmat sih meski harganya lumayan mahal (Rp. 20.000/porsi dengan isi 3 bakso, 1 tahu bakso, dan 1 mie kuning). Perjalanannya bener-bener lama kemudian semakin terasa lama ketika Anatakun sibuk dengan hapenya dan cuaca diluar jendela kereta mendung pekat bahkan sempet gerimis syahdu gitu, subhannAllooh lamanya perjalanan ini. Alhamdulillah setelah mengalami kejenuhan sekian lamanya di kereta, berhenti juga kereta di Stasiun Tugu. begitu sampai di Stasiun Tugu, kami langsung ke bagian CS (LAGI??!), perubahan rencana tiba-tiba, kami ingin sedikit lama di Jogja jadi kami mengganti jadwal kereta yang awalnya berangkat jam 7 pagi dari Stasiun Tugu Jogja langsung Pemalang, kami ganti menjadi berangkat jam 2 siang dari Stasiun Tugu ke Semarang dulu. lagi-lagi kehilangan uang 25%, tapi yaa sudahlah, <em>Alhamdulillah ‘ala kulli hal</em>. Kami bagi tugas sesampainya di stasiun Tugu, aku ngurusin tiket pulang sedangkan Anatakun ngurusin rental motor. Alhamdulillah keduanya selesai dalam waktu yang hampir bersamaan, aku sudah membayangkan beberapa tempat yang akan kami kunjungi sesudah selesai urusan pekerjaan Anatakun. Alhamdulillah motor yang kami sewa sudah datang langsung meluncur ke POP! Hotel. 

Letak POP! Hotel Sangaji Jogja deket banget dengan Tugu Jogja, jadi kalo mau ke Tugu Jogja yang jadi ikon kota tinggal jalan kaki aja, hanya 5 menit waktu tempuh berjalan kaki ke Tugu. POP! Hotel Sangaji Jogja bisa dijadikan jujugan bila kawan-kawan liburan ke Jogja, kesan pertama yang aku tangkap adalah stylish banget dan berjiwa muda ceria dominan warna hijau nampak banget di hotel ini, tapi tetep kesan tradisional ala jogja ada kok jadi rasa jogja tetep terasa. saat check in, aku sampaikan ke mas resepsionisnya kalo kami pesen 2 malam dengan 2 kode booking yang berbeda (aku sampaikan diawal dengan tujuan biar gak digedor saat mendekati waktu check out di hari 1), Alhamdulillah mas nya baik dan langsung dibantu untuk check in dengan 2 kode booking jadi kami “Aman”. Sama seperti kamar hotel pada umumnya yang menggunakan kartu sebagai kunci pintunya, suasana di kamar mirip banget dengan Ibis Budget Semarang, sederhana tapi semua yang kami butuhkan ada. plusnya lagi, di setiap lantai sudah disediakan dispenser air minum yang bisa buat kami isi ulang kapan saja, dan bila kosong tinggal whatsapp nomer yang tertera di dinding kamar. Kamar mandi bersih, uniknya yaa sabun hotel berupa sabun batangan yang berbetuk bulat kecil dan berwarna hijau kemudian shampoo hotelnya juga diberikan dalam bentuk sachet mirip kecap gitu dengan warna hijau. POP! Hotel emang identik dengan warna hijau, jadi semakin suka. 

20191128_200654.jpg

Screenshot_20191130-133012_Traveloka.jpg

Setelah mandi kemudian dilanjutkan dengan sholat jamak, kami langsung keluar menuju tempat makan. Kali ini kami penasaran dengan gudeg Yu Djum Wijilan 167, hasil dari browsing di google menyatakan kalo disana tempat kuliner gudeg yang legendaris, oke langsung meluncur. gudeg ini deket dengan keraton Jogja sehingga deket juga dari tempat kami menginap, tapi karena kami sampai di Jogja udah malam jadi kayaknya kurang kami rekomendasikan deh makanan disini, dari segi rasa kayak ada yang hilang gitu dari cita rasa gudeg Jogja sedangkan dari sisi harga Mahal banget dengan porsi yang sedikit 

20191128_211556.jpg

Setelahnya agak kenyang, kami pun balik ke hotel. sebelum balik, mampir dulu untuk membeli ronde 2 bungkus. Alhamdulillah hangat. 

In syaa Allooh akan lanjut lagi yaa, mash banyak keseruan lain di Jogjakarta. 

Jazaakumullah khairan

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s