Lakukan segera sedekah lalu lupakan maka akan kau temukan keajaiban.

Bismillah, lama tidak menulis di blog. Hmmm masih sibuk pindahan nih. Beberapa waktu yang lalu saat sedang ribet-ribetnya pindahan ada email masuk yang berisi tentang pengumuman lomba. Masyaa Allooh pucuk dicinta ulam pun tiba. Apalagi lombanya diadakan oleh salah satu LSM yang bergerak di bidang kemanusiaan, langsung email tersebut dibintangin dan segera mencari beberapa artikel yang bisa menjadi penguat tulisan ini. Lomba tersebut tentang sedekah dan LSM yang saya maksud adalah DompetDhuafa.

pexels-photo-1261732

Sedekah merupakan hal yang tidak habis untuk kita bahas padahal kegiatan ini termasuk kegiatan yang nampaknya remeh tapi berpahala besar dan dampaknya pun sangat besar. Alangkah indahnya dunia ini bila kita termasuk orang yang gemar bersedekah. Mungkin tidak akan ada orang yang saling iri yaa. Saya pernah mendengar sebuah rekaman kajian yang dibawakan oleh Ustadz Abdullah Zaen hafidzhullah ta’ala dengan judul menjaga perasaan hadits yang dibahas dalam kajian tersebut adalah Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR Muslim).
“Perhatikanlah” yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah berbagilah dengan tetanggamu.  Salah satu pesan moral yang dapat diambil dari hadits tersebut adalah peka menjaga perasaan orang lain. Kok bisa? Karena tetangga merupakan orang terdekat kita setelah keluarga inti kita sehingga tetangga paling tahu apa aja aktivitas kita terutama aktivitas masak yang merupakan aktivitas yang sering kita lakukan di rumah. Bayangin deh, misal kita memasak kemudian aroma masakan kita tercium oleh tetangga kita sehingga membangkitkan selera makan akan tetapi ternyata di rumah tetangga kita masakannya beda, pasti kecewa kan tetangga kita. Lah kecewanya ini akan berbuntut panjang bila tidak segera kita atasi, bukan bermaksud su’udzan atau berprasangka buruk dengan tetangga kita ya, tapi biasanya hal-hal kecil yang timbul karena ketidak pekaan kita terhadap sekitar inilah yang akan menyebabkan musibah besar pada kita. Ingat loh ya, kita ini makhluk sosial, tidak mungkin kita akan tinggal sendiri tanpa melibatkan orang sekitar. Dari hadits tersebut kita diajarkan bahwa hal kecil seperti kuah dari masakan kita saja oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dianjurkan untuk berbagi bagaimana dengan sesuatu hal yang besar seperti uang atau kesenangan lainnya.  Indahnya berbagi.

Salah satu pengalaman pribadiku yang baru saja saya alami sendiri, bahwa sedekah itu bener-bener menjadi salah satu wasilah atau perantara kita untuk terkabulnya do’a kita. Beberapa waktu yang lalu kami sedang pusing mencari rumah kontrakan baru yang sesuai budget dan kebutuhan kami, sudah sekian banyak perumahan kami putari untuk melihat kemungkinan rumah dikontrakkan. Kami pun bergabung dengan komunitas mencari rumah di sekitar Pemalang melalui facebook. Hasilnya nihil

Waktu pun terus bergulir dan kami tak kunjung mendapatkan rumah tersebut. Biasanya bila pikiranku sudah menumpuk dan tak kunjung diselesaikan, pusing menyerang dan bila tidak segera diatasi maka datanglah insomnia yang berakhir vertigo. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Berharap tidak terjadi, saat itu pusing sudah menyerangku biar tidak berlarut-larut dan waktu itu bersamaan dengan kumandang adzan sholat jum’at, maka  saya pun segera menunaikan sholat dhuhur, Alhamdulillah selepas sholat dhuhur Allooh menggerakkan saya untuk membagi makanan yang saat itu kami siapkan untuk makan siang, pokoknya mau berbagi aja. Singkat cerita langsung siap 3 pack makanan yang hendak saya antar, ketika saya sudah siap keluar rumah barengan dengan suami yang baru saja pulang dari sholat Jum’at (situasi sebelum covid mewabah), saya pun ijin pada beliau untuk mengantar makanan-makanan tersebut ke tetangga-tetangga yang satu blok (satu blok cuma berisi 4 rumah, jadi bener kan pas 3 pack) dengan kami dan suami pun mengiyakan. Alhamdulillah setelah selesai menunaikan antaran makanan tersebut kami pun lanjut makan siang dan setelahnya baru kembali beraktifitas masing-masing. Ba’da Isya’ saya dapat wapri dari pedagang sayur keliling yang menjadi langganan saya, dia memberi tahu bahwa ada rumah yang dikontrakkan dengan alamat yang sesuai harapanku dan masya Alloh kami langsung klik. Esok paginya saya menghubungi nomor yang tertera di gambar yang dishare oleh pak sayur, ternyata nomor yang saya hubungi adalah anak pemilik rumah, gayung pun bersambut ketika kami berencana melihat rumahnya, kami dipersilahkan untuk melihat rumahnya. Tak perlu waktu lama, beberapa menit kemudian kami pun sudah berada di rumah yang dikontrakan tersebut. Setelah memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud, deal dengan rumahnya. Masyaa Allooh wal Alhamdulillah Allooh langsung membukakan pintu dari jalan yang tidak kami sangka, padahal kamis malam saya sudah merasa pusing karena belum dapat rumah kontrakan baru. Langsung dibayar tunai oleh Allooh.

Sebagaimana artikel yang ditulis oleh Ummu Fatimah hafidzahullah1 dengan judul jangan remehkan sedekah disebutkan bahwa dalam bersedekah lebih baik seseorang memberikan harta yang  baik karena Allah Jalla wa ‘Ala adalah Ath-Thayyib (Maha Baik) dan tidak menerima, kecuali perkara yang baik. Dengan demikian, seseorang tidak boleh bersedekah dengan harta yang haram atau penghasilan yang kotor. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerimanya. Demikian juga, seseorang tidak boleh bersedekah dengan harta yang jelek dan sedikit manfaatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِئَاخِذِيْهِ إِلاَّ أَنْ تُغْمِضُوا فِيْهِ

Dan janganlah kalian memilih harta yang buruk untuk diinfakkan, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata.” (QS. Al-Baqarah : 267)

Bila melihat kembali kejadian hari itu, maka waktu itu memang saya sedang sangat menyukai makanan tersebut, dan ada rasa enggan untuk berbagi. Bukan bermaksud pelit tapi itulah yang terjadi dan benarlah, sesuai ayat di atas maka balasan Alloh langsung tunai saat itu juga.

Sebenarnya sudah ada beberapa kisah yang menarik tentang sedekah, tapi rasanya pengalaman yang kemarin sangat berkesan. Hanya makanan 3 pack dan Allooh menggantinya dengan rumah nyaman yang sekarang sedang kami tempati. Masyaa Allooh.

Sedekah kesannya remeh ya, tetapi sedekah bila tidak dijadikan kebiasaan sejak dini maka hal itu akan menjadi sulit, apalagi kurikulum pendidikan di Negara kita masih “simple” ya. Saya pernah mendengar kajian yang dibawakan oleh seorang Ustadz di pondok pesantren yang beliau asuh, kalo tidak salah lokasinya di Medan, Sumatera Utara, dalam pondok tersebut diajarkan hal yang berbeda tentang pengurangan, biasanya kalo kita mengajari anak kita soal matematika seperti di bawah ini

94 – 58 = ?

maka kita akan memberikan kalimat kepada dia “empat dikurangi delapan, kan tidak bisa. Jadi empat pinjam dulu ke angka Sembilan yang ada di depannya, jadi sekarang menjadi empat belas, kemudian empat belas dikurangi delapan sama dengan enam”

Ustadz tersebut berbeda metodenya, bukan dengan pinjam tapi seperti ini “ empat dikurangi delapan, kan tidak bisa. Maka Sembilan karena dia kaya bersedekah kepada empat lalu empat berubah menjadi empat belas dikurangi delapan sama dengan enam” metode yang tak terpikirkan dari dulu.

Metode tersebut secara tidak langsung mengajarkan sedekah sejak dini. Sedangkan di metode pertama yang sudah sering kita dengar, mengajarkan untuk berhutang. Pernah memikirkan, bagaimana empat akan membayar kepada sembilan? Bayangkan bila dari sejak usia dini anak kita sudah dididik dengan metode yang baik maka saat mereka tumbuh in syaa Allooh menjadi lebih baik.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِن شيءٍ مِنَ الأشْياءِ في سَبيلِ اللَّهِ، دُعِيَ مِن أبْوابِ، – يَعْنِي الجَنَّةَ، – يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلاةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّلاةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهادِ دُعِيَ مِن بابِ الجِهادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّدَقَةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيامِ دُعِيَ مِن بابِ الصِّيامِ، وبابِ الرَّيّانِ

“Siapa yang berinfaq sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu! Jika ia ahli shalat, maka akan dipanggil dari babus shalah (pintu shalat), jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari babul jihad (pintu jihad), jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari babus shadaqah (pintu sedekah), jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan (pintu ar Rayyan)”(HR. Bukhari no.3666, Muslim no.1027).

Seperti hadits yang disebutkan di atas yang merupakan salah satu keutamaan sedekah yaitu diberikan pintu khusus di surga untuk orang yang gemar sedekah. Sejak dini kita ajarkan anak-anak kita akan manfaat sedekah dan berbagai keajaibannya maka in syaa Allooh ke depan kelak bangsa Indonesia menjadi bangsa maju yang peduli dengan sekitarnya.

Untuk menunjang tulisan ini, beberapa keajaiban sedekah yang dialami temen saya yang udah berasa saudara akan saya sertakan tentunya sudah seijin mereka yaa.

Kisah 1 : Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu, kisah ini dialami oleh saudaraku sendiri. Seperti umumnya seorang sarjana yang baru saja wisuda maka optimis dan idealis dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya, nah ini juga dialami oleh saudaraku ini. Tidak seindah cerita di novel yaa, saudaraku ini setelah lulus kuliah memang langsung dapat pekerjaan di perusahaan yang sesuai dengan pendidikannya, tapi seiring berjalannya waktu dia menemukan banyak hal yang tidak dia sukai dengan perusahaannya ini dan akhirnya memilih untuk resign. Setelah resign dari pekerjaan tersebut, saudaraku ini tidak langsung mendapat pekerjaan, butuh waktu yang lumayan untuk mendapat pekerjaan yang baru. Suatu hari dia mengunjungi adiknya yang sedang kuliah di sebuah kota di Jawa Timur, sepulang dari tempat kos adiknya tersebut, dia bertemu dengan seorang pengemis yang subhannAllooh sungguh memprihatinkan keadaannya, tanpa berpikir panjang dia langsung memberikan selembar uang rupiah dan sebungkus nasi kepada pengemis tersebut (padahal dia juga sedang lapar dan dalam keadaan kurang). Saudaraku tersebut pulang ke rumah orang tuanya dan lupa dengan kejadian tersebut. Setelah beberapa hari datanglah sebuah berita yang dia tunggu selama ini, yaa panggilan kerja. Alhamdulillah saudaraku pun bekerja di perusahaan ini hingga waktu yang cukup lama dan disana pula dia bertemu dengan pendamping hidupnya yang menjadi bagian dari dirinya hingga saat ini. Masyaa Allooh.

Kisah 2 : Saudara saya ini kegiatan sehari-harinya adalah seorang Ibu Rumah Tangga dengan anak 3 dan juga pengusaha property kecil-kecilan. Sebagai ibu rumah tangga yang mengabdikan diri kepada suami, saudaraku ini patuh banget sama suaminya. Singkat cerita, suatu hari dia diajak oleh iparnya untuk belanja ke sebuah pasar besar di kotanya, dengan bekal kartu atm biasa lah ya naluri Ibu itu langsung “kalap” untuk belanja terutama belanja untuk kebutuhan anak dan suami, intinya waktu itu dia belanja banyak banget. Sampai di rumah, sang suami sudah mengomel melihat nota-nota belanja, saudaraku ini diem saja. Saat bersamaan ada sms masuk ke suaminya yang memberitahukan bahwa ada dana masuk dengan nominal lebih besar daripada total nota-nota belanjaan saudara saya tadi. Masyaa Allooh bener banget yaa bila kita bersedekah pada orang terdekat kita dan itu membuat bahagia maka Allooh pun langsung membalasnya kontan dan berharap pahala tentunya.

Kisah 3 : Saudara saya yang ini, Alhamdulillah barusan menyelesaikan studinya sebagai dokter spesialis obgyn. Kemudian beliau mengabdi pada salah satu RS di kota kelahirannya. Singkat cerita, saudara saya ini mendapatkan gaji pertama, sebagai bentuk rasa syukur dan ingin berbagi dengan orang-orang sekitar terutama yang sering berinteraksi dengannya maka beliau membeli minuman kekinian sejumlah kurleb 60 gelas. Kemudian dia bagikan ke perawat, cleaning servis, tukang parkir, dll yang sering membantunya selama bertugas di RS tersebut. Tidak berapa lama, banyak kejadian ajaib yang dia alami. Selama sebulan bekerja di RS, karena ada komunikasi yang kurang pas dengan senior maka saudara saya ini tidak mendapatkan jatah tugas, bahkan jaga IGD pun tidak, dan di hari jum’at yang sama dengan waktu dia membagikan minuman tersebut, masuk kasus seorang Ibu melahirkan dengan bayi posisi sungsang, karena kendala tersebut keluarga pasien terutama suaminya langsung memutuskan untuk Caesar saat itu, SubhannAllooh itu adalah operasi Caesar (sc) pertama yang saudara saya lakukan di RS tersebut dan Alhamdulillah berhasil dengan selamat Ibu dan bayinya. Kejadian yang lain di hari yang sama, saudaraku ini mendapat rumah kontrakan yang dia dan suaminya idamkan dengan harga yang mereka inginkan. Masyaa Alloh 1 aksi dengan keikhlasan tulus dibalas Allooh dengan beraksi-aksi.

Kisah 4 : Kisah ini bersumber dari seseorang yang sudah banyak makan garam kehidupan. Saudara saya menuturkan bahwa dulu saat beliau masih aktif mengajar, setiap menerima gaji beliau pasti langsung menginfakkan selembar uang rupiah kepada murid-muridnya atau kepada kotak infaq yang beliau temui. Hal itu selalu beliau lakukan secara konsisten hingga beliau pensiun. Selama itu pula beliau banyak mengalami keajaiban, terutama tentang tidak pernah merasa berkurang uang rupiah di dompet beliau. Jadi rasanya “loh uangku kok masih ada ya?” besoknya lagi akan berkomentar “Alhamdulillah masih ada lagi” lagi dan lagi. Beliau berprinsip “Utah Utuh, Nek Diplitet Malah Mlotot” maksud beliau “ bila kita suka berbagi atau sedekah keliatannya uang kita tuh berkurang padahal sebetulnya uang kita utuh akan tetapi kalo kita pelit malah uang itu akan habis entah kemana yang bikin mata melotot” SubhannAllooh

Kisah 5 : Saudara saya yang ini juga seorang Ibu Rumah Tangga, dia mempunyai 2 anak laki-laki yang Alhamdulillah keduanya tumbuh sehat dan baik. Prinsipnya saudara saya yang ini beda lagi, jadi saudaraku ini mempunyai kebiasaan membelikan makanan atau minuman untuk pengemis yang ada di sekitar minimarket, prinsipnya sederhana “bila uang kan mereka setor yaa, tapi kalo makanan kan buat mereka”. Hal ini sering banget dia lakukan dan berdasarkan ceritanya tiba-tiba ketika pulang dan sampai rumah ada aja makanan yang dikirim untuk keluarganya. Belum lagi, ketika anak sakit, biasanya dia langsung mencari orang untuk disedekahi, entah itu orang sekitarnya atau melalui media sosial, biasanya saudaraku ini memastikan dulu bener tidaknya cerita tentang orang tersebut membutuhkan, bila dirasanya benar maka sedekah langsung meluncur dari rekeningnya, dan Alhamdulillah tidak berapa lama anak beliau yang sakit itu langsung kembali ceria seperti tak pernah sakit. Masyaa Allooh

Banyak kejadian di sekitar kita yang bila kita mau mengambil hikmah dan kita tulis lalu kita sebarkan maka akan menjadi kebaikan berulang. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang:

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

“Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena shadaqah.” [HR. Tirmidzi]

Dari 6 kisah tersebut dapat kita ambil beberapa kesimpulan terkait sedekah yaitu lakukan dengan ikhlas, berilah makanan atau minuman yang engkau menyukainya, lakukan secara terus menerus dan lakukan secara spontan maka Allooh pun langsung membayarnya dengan kontan dan in syaa Allooh di Akherat kelak pun kita akan mendapatkan pahala aamiin.

Bila kita mau mendengarkan sekitar atau membaca seperti melalui media sosial maka akan kita temukan berjuta cerita keajaiaban tentang sedekah. Dompetdhuafa.org juga banyak membagi di akun media sosialnya hal-hal baik terkait sedekah. Mulailah dari sekarang dan langsung bertindak maka akan kita rasakan manfaatnya yang besar.

Syaikh Muhammad Al-Mubarakfuri hafidzahullahu ta’ala menjelaskan bahwa harta yang disedekahkan akan bertambah berkahnya. Beliau berkata

تصدق بها منه بل يبارك له فيه

“Harta yang disedekahkan akan diberkahi (diberikan kebaikan yang banyak)” [Lihat Tuhfatul Ahwadzi]

Semoga Allooh melindungi kita dari godaan setan berupa rasa takut dengan kemiskinan dan selalu melimpahi rasa cukup terhadap apa yang sudah Allooh karuniakan pada kita Aamiin.

Jazaakumullah khairan untuk semua saudaraku yang mau berbagi kisah ajaibnya dengan sedekah dan juga pembaca setia blog duniarachda.wordpress.com

POSTER UTAMA LOMBA BLOG MENEBAR KEBAIKAN

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

catatan kaki :
1] Ummu Fatimah, Jangan Remehkan sedekah, muslimah.or.id baca lengkap

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s